My Site Title
 

The Hearing Solution Company Pte Ltd

       Disclaimer Info : All trademarks and registered trademarks are the property of their respective owners.

 


 

The Hearing Solution Group - Testimonials


  1. Kanaia Yuliandrina (putri Bpk. Eka Yulianto dan Ibu Tina Taurina)
  2. Darmadji Tunasendjaja, ayah dari Johanes Nathanael(Pluit, Jakarta Utara)
  3. Ibu Sukarsih Miharja, 74 tahun, Petike Dalam Tambora, Jakarta Barat.
  4. Charles Dean Conrad(Jakarta)
  5. Yohanita Ayuning Budi, putri dr. Yunarti dan dr. Nanang HP, SpB


Kanaia Yuliandrina
putri Bpk. Eka Yulianto dan Ibu Tina Taurina

Saya baru menyadari bahwa Kanaia, putri pertama saya mengalami gangguan pendengaran ketika dia berusia 2 tahun. Dan menurut dokter yang mendiagnosanya disebabkan obat antibiotik yang dikonsumsi Kanaia sejak berusia 3 bulan karena sakit paru-paru. Awalnya saya tidak mampu menerima kenyataan ini dan sangat sedih. Saya tidak pernah mengira hal ini akan terjadi pada anakku. Saya takut Kanaia tidak dapat berkomunikasi secara normal dan saya ingin sekali Kanaia menjadi anak yang mandiri dan dapat bersekolah di sekolah umum seperti anak lain. Bersyukur kepada Allah, saya bertemu dengan orang-orang yang tepat yang banyak membantu sehingga saya dapat menerima keadaan Kanaia.

Tidak lama setelah terdeteksi mengalami gangguan pendengaran berat (80dB), oleh dokter THT dan PT Alat Bantu Dengar Indonesia Kanaia disarankan untuk memakai alat bantu dengar merk Solo T+411 DLim dari Phonak dan mengikuti program AVT (Auditory Verbal Therapy) secara teratur. Semua yang diajarkan di AVT saya terapkan di rumah. Setelah 1 tahun memakai ABD dan mengikuti program AVT, saya sangat senang karena Kanaia telah mengalami banyak kemajuan. Saat ini Kanaia yang sudah berumur 3 tahun sudah menguasai sekitar 400 kata-kata, mengetahui sekitar warna dan mengenal angka 1 sampai 4.

Kanaia juga sudah mengerti makna kata, memahami semua instruksi, merangkai kata-kata dan juga dapat berbicara secara normal (tanpa membaca gerak bibir). Terima kasih kepada PT Alat Bantu Dengar Indonesia dan terapis AVT yang telah membantu dan membimbing Kanaia dan kami sekeluarga. Pesan saya untuk para orang tua yang memiliki putra/putri dengan gangguan pendengaran jangan merasa putus asa. Selama kita berusaha akan selalu ada harapan dan lakukan yang terbaik untuk anak kita. Dengan mengikuti program AVT dan juga menerapkan apa yang dilakukan terapis di rumah

Kembali Ke atas


Charles Dean Conrad, Jakarta

Tahun 1998 saya mulai mengalami penurunan pendengaran pada frekwensi tinggi namun saya belum mau menggunakan alat bantu dengar. Tatapi dua tahun belakangan ini saya merasakan gangguan yang lebih. Hal ini menyulitkan saya dalam berkomunikasi saat bekerja karena setiap berbicara dengan seseorang saya harus meminta mereka untuk mengeraskan suaranya terutama di tempat bising. Kemudian saya mencoba alat bantu dengar, tetapi alat tersebut tidak memuaskan karena mengamplifikasi/mengeraskan suara di semua frekwensi. Karena itu saya tidak memakai alat apapun untuk membantu saya karena belum mendapat solusi yang tepat.

Akhirnya setahun yang lalu saya berkunjung ke PT Alat Bantu Dengar di Jakarta. Dan saya mencoba alat bantu dengar merk Phonak tipe Savia BTE. Ternyata alat tersebut sangat memuaskan dan menakjubkan, karena dapat menyesuaikan pada situasi apapun yang saya hadapi. Misalnya ketika meeting saya merasa sangat terbantu juga ketika saya menggunakan handphone. Sebelumnya saya merasakan adanya distorsi/gangguan dan setelah memakai Savia saya tidak merasakan gangguan lagi.

Ketika saya berada ditempat ramai misalnya tempat perbelanjaan dan kemudian saya masuk kedalam mobil, Savia akan merubah pengaturannya sesuai dengan tempat yang saya hadapi, hal ini terbukti karena saya dapat mendengar alat tersebut berbunyi ketika melakukan penyesuaian dari satu situasi ke situasi lainnya. Saya merasa senang sekali dengan Savia dari Phonak ini karena sangat membantu saya dalam berkomunikasi dengan keluarga, teman dan dalam pekerjaan saya. Saya berterima kasih kepada PT Alat Bantu Dengar yang telah memberikan solusi yang saya inginkan dan sangat senang dengan pelayanan di sana yang sangat ramah, informatif dan professional.

Kembali ke atas


Ibu Sukarsih Miharja,
74 tahun, Petike Dalam Tambora, Jakarta Barat

sekitar 2 tahun yang lalu mulai merasakan penurunan dalam mendengar. Beliau tidak dapat mendengar dengan jelas ketika berbicara dengan keluarga atau teman-temannya. Bahkan beliau merasa tidak dapat mendengar suara mobil ketika sedang berjalan-jalan di taman. Kemudian beliau memeriksakan diri ke Prof. dr. Hendarto Hendarmin, Sp. THT delapan bulan yang lalu dan dirujuk untuk mendapatkan tes pendengaran di PT.

Alat Bantu Dengar Indonesia. Setelah menjalani tes pemeriksaan ternyata Ibu Sukarsih mengalami gangguan pendengaran sedang ( 60 dB ) dan mencoba alat bantu dengar Maxx 11 - CIC dari Phonak. Setelah memakai alat tersebut Ibu Sukarsih merasakan perubahan yang besar dalam mendengar. Setelah menggunakan alat bantu dengar selama 7 bulan beliau tidak merasakan kesulitan lagi ketika berkomunikasi dengan keluarga, teman-teman dan dalam bersosialisasi di masyarakat. Ibu Sukarsih berterimakasih kepada PT. ABDI yang telah memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan. Dengan tenaga kunsultannya yang telah melayani dan memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. ''Semoga ABDI terus berjaya dan lebih baik lagi dalam memberikan yang terbaik untuk konsumennya'', kata Ibu Sukarsih

Kembali ke atas


Yohanita Ayuning Budi, putri dr. Yunarti dan dr. Nanang HP, SpB

Anak saya terdeteksi kurang pendengaran pada usia kurang lebih 2 tahun. Sebelumnya saya merasa sedih dan hampir putus asa dengan kenyataan bahwa anak saya mengalami kurang pendengaran. Namun, saya berfikir apabila saya terus menerus larut dalam kesedihan, bagaimana dengan masa depan anak saya?.

Kemudian setelah melakukan berbagai macam tes pendengaran di PT. ABDI Jakarta saya memutuskan untuk memakai alat bantu dengar. Sebelumnya anak saya pernah memakai alat bantu dengar model analog dan setelah saya melakukan konsultasi dengan PT. ABDI di Semarang maka saya disarankan untuk menggunakan alat bantu dengar model belakang telinga yang digital. Dan sekarang anak saya sudah memakai alat bantu dengar tipe MAXX 311 Forte selama kurang lebih 2 tahun.

Ternyata hasilnya sangat membanggakan, tentunya setelah diteruskan dengan habilitasi AVT (Auditory Verbal Therapy). Apalagi setelah ditambah dengan alat FM system selama 6 bulan, sekarang ini anak saya mampu sekolah di sekolah umum (TK. Bernardus Semarang) yang notabene adalah salah satu sekolah unggulan di semarang. Yang lebih membuat saya terharu setelah anak saya memakai FM system adalah ketika saya mendengar anak saya berkata ''Terima kasih Tuhan, Nita sekarang bisa mendengar...''

Saya berterimakasih kepada PT. ABDI yang telah memberikan pelayanan purna jual yang baik. Pesan yang ingin saya sampaikan untuk teman2 orang tua yang anaknya mengalami gangguan pendengaran adalah bahwa masa depan anak kita tergantung dari kita sendiri sebagai orang tua. Dan semoga PT. ABDI dapat membantu semua orang yang mengalami gangguan pendengaran khususnya pada anak-anak seperti anak saya

Kembali ke atas


Darmadji Tunasendjaja, ayah dari Johanes Nathanael
Pluit, Jakarta Utara


Johanes Nathanael (5th), kurang lebih tiga tahun yang lalu, terdeteksi memiliki gangguan pendengaran. Setelah diperiksa oleh spesialis THT, Han Han, panggilan akrab Johanes Nathanael disarankan untuk memakai alat bantu dengar. Dokter spesialis THT menyarankan Han Han untuk datang ke PT Alat Bantu Dengar Indonesia (PT ABDI)- waktu itu masih dikenal dengan KING AID. Waktu itu saya memilih alat Bantu Dengar berupa pocket. Ternyata stelah menggunakan pocket Hearing Aid, masalah pendengaran anak saya belum ada kemajuan yang signifikan. Karena mungkin kurang efektif, atau tidak sesuai dengan gangguan yang dia alami. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan BTE, yaitu Supero 411, dan melanjutkan untuk mengikuti Terapi Auditory Verbal di Yayasan Rumah Siput hasilnya semakin baik, ujar Darmadji Tanusendjaja ayah Han Han.

Setelah mengikuti program Terapi Auditory Verbal, Han Han disarankan untuk mengambil program Cochlea Implant. Atas rekomendasi para professional di PT ABDI, operasi Cochlea Implant dilakukan di Singapura pada tahun 2004. Operasi berjalan lancar dan setelah itu masalah pendengaran yang dialami Han Han dapat diatasi dengan baik. Kini Han Han sudah bisa berbicara seperti teman-teman sebayanya yang memiliki pendengaran normal.

Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada PT ABDI yang banyak memberikan kemudahan kepada Han Han dalam setiap permasalahan yang kami hadapi sehubungan dengan masalah pendengarannya, ucap Pak Dar panggilan akrab Darmadji Tanusendjaja. Selama ini ABDI selalu memberikan servis yang sangat memuaskan baik dari segi keramahan, reparasi, pemeriksaan dan bahkan juga terhadap alat Bantu Dengar yang disediakan, lanjutnya lagi. Terima kasih untuk ABDI dan maju terus, sambungnya.

Kembali ke atas

 

 

 
Atur jadwal untuk berkonsultasi dengan ahli pendengaran kami untuk dapat mendengar lebih baik. Hubungi kami sekarang!!