REM digunakan untuk semua pengukuran yang
dilakukan langsung ditelinga konsumen.
Pengukuran ini dapat dilakukan dengan atau
tanpa memakai alat bantu dengar.
Alasan melakukan REM untuk fitting alat bantu
dengar karena bentuk dan ukuran liang telinga
akan berpengaruh secara signifikan terhadap
manfaat alat bantu dengar.
Tanpa REM hanya data rata-rata yang bisa
digunakan. Bagaimanapun juga, bentuk telinga
seperti sidik jari ¨C untuk setiap orang individual.
Hal ini yang dapat dijadikan petunjuk untuk
menaikkan atau menurunkan amplifikasi sebagaimana
juga untuk memaksimumkan tingkat suara. Untuk orang
dewasa yang sudah dapat menggambarkan secara obyektif
ketika mereka menerima suara yang terlalu lembut atau
terlalu keras tentunya tidak ada masalah. Tetapi
mengingat bayi, anak kecil atau orang dengan cacat
mental yang tidak mempunyai kemampuan untuk menggambarkan
tanggapan mereka secara lisan tentu saja sulit
REM menggambarkan masalah-masalah yang disebutkan diatas.
Bagaimana REM bekerja?
Suara-suara diberikan menggunakan loudspeaker didepan orang yang dites. Sebuah mikrophone diletakkan dekat ke telinga untuk mengukur intensitas suara. Mikrophone kedua mengukur intensitas suara langsung didalam liang telinga didepan gendang telinga.
Mengetahui intensitas suara diluar dan didalam telinga memungkinkan pelaku fitting untuk menentukan amplifikasi yang sesuai dan output yang diterima konsumen melalui alat bantu dengar sehingga dapat melakukan penyetelan yang tepat.
Rea-Ear-to-Coupler-Difference (RECD)
RECD adalah salah satu bentuk dari REM. RECD menggunakan fakta bahwa banyak toko alat bantu dengar mempunyai hearing instrument analyzer/penganalisa alat bantu dengar. Penganalisa ini seringkali digunakan untuk menyetel alat bantu dengar konsumen. Tetapi, coupler yang digunakan sebagai penganalisa biasanya mempunyai ukuran 2cc yang sangat lebih besar daripada liang telinga dengan earmould didalamnya. Hasilnya penyetelan alat bantu dengar dengan menggunakan penganalisa akan terlalu keras (terutama untuk anak-anak yang liang telinganya sangat kecil). Sedangkan, melakukan REM seperti yang disebutkan diatas dapat sedikit menyulitkan karena anak tersebut harus duduk lama dan tidak boleh berisik.
RECD adalah solusi dari dilema ini. Pada RECD pertama akan mengukur sinyal dengan menggunakan coupler penganalisa dan kedua mengukur pada saat telinga anak menggunakan earmould. Sekarang, dapat diketahui perbedaan antara telinga sebenarnya dan ukuran dicoupler yang disebut RECD. Alat bantu dengar sekarang dapat diatur di hearing instrument analyzer/penganalisa alat bantu dengar mengunakan hasil pada telinga sebenarnya kedalam catatan.
Sekali data RECD didapat anak tidak perlu lagi untuk duduk selama penyetelan. Bahkan kehadirannya tidak diperlukan sehingga mempunyai waktu untuk melakukan hal-hal lainnya.