Jika bayi terlahir hal pertama kali yang diperiksa
adalah apakah semuanya lengkap seperti jari tangan,
tangan, kaki,ˇ
juga refleksnya, mata, darah,ˇ
Yang masih saja seringkali tidak dihiraukan adalah
pendengaran pada bayi baru lahir tersebut. Alasannya
mungkin bahwa pendengaran adalah indra yang tidak
terlalu meyolok dan tidak langsung terlihat jika ada
gangguan pendengaran atau tidak..
Bagaimanapun juga, tidak mendeteksi gangguan
pendengaran pada bayi baru lahir mungkin
mempunyai efek yang besar pada bahasanya dan
perkembangan berbicaranya, komunikasi dan
kemampuan bersosialisasi seperti juga hasil
pendidikan akademisnya dan kesempatan mendapat
pekerjaan di kehidupannya nanti.
Dengan tujuan untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran, tes pendengaran pada bayi dianjurkan. Tes-tes ini hanya dalam waktu singkat dan tidak memerlukan obat dan memberikan informasi yang cepat tentang keadaan/status pendengaran bayi. Hal ini penting karena jumlah bayi yang harus diperiksa banyak dan dalam waktu yang singkat. Tes dapat dilakukan sejak hari ketiga setelah bayi lahir. Hasilnya akan ˇ°Passˇ± (pendengaran baik) atau "Refer" (mungkin ada gangguan pendengaran).
Tes yang biasanya dianjurkan untuk Program Pemeriksaan Pada Bayi Baru Lahir adalah
Meskipun bayi hasilnya ˇ°passedˇ± pemeriksaan lanjutan diperlukan setelah beberapa bulan kemudian untuk memastikan hasil awalnya. Jika bayi hasilnya ˇ°referˇ± perlu segera dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih akurat dengan tujuan untuk membuktikan informasi yang tepat tentang kemampuan bayi dalam mendengar secepatnya. Tes-tes semacam ini termasuk ABR (Auditory Brainstem Response) dan/atau ASSR (Auditory Steady State Response), Tympanometry dan VRA (Visual Reinforcement Audiometry).